• Admin

Cara menggunakan Media Sosial untuk menaikkan Traffic pada perusahaan B2B

Banyak perusahaan B2B yang sangat buruk dalam mengelola media sosial, tapi saat ini beberapa dari media sosial mereka cukup membosankan, sehingga perusahaan B2B tidak cukup menarik.

Terdapat beberapa alasan, perusahaan B2B tertinggal cukup jauh dengan perusahaan B2C yang keduanya sama-sama mengadopsi media sosial dan pengefektifan penggunaannya.


Berikut ini adalah 5 tips yang dapat membantu B2B untuk berkembang dengan media sosial dan mendapatkan kenaikan traffic.


1. Buat sesuatu yang tidak membosankan

Kebanyakan dari perusahaan B2B sangat membosankan. Secara umum mereka sungguh membosankan. Mereka berpikir, mereka membosankan karena memang itu sebuah profesi perusahaan. Karena mereka pikir mereka membosankan, jadi merekapun bertingkah membosankan. Mereka menulis artikel yang membosankan. Postingan media sosialnya juga membosankan.

Saya pikir sebuah perusahaan juga bisa tidak membosankan – sekalipun dia perusahaan B2B yang paling membosankan.


Mari buat contoh. Mereka menjual large vivarium misting systems untuk kebun binatang, taman yang berisikan binatang, ataupun penelitian di universitas.

Itu sangat membosankan bukan? Apa itu large vivarium misting systems?

Disinilah peran B2B dituntut untuk kreatif.


Sebuah vivarium misting systems dapat menolong reptil bertahan hidup di lingkungannya yang berbeda dari lingkungan sebelumnya. Ini juga bisa menolong ular piton, sehingga mereka dapat bertahan hidup. Apakah anda melihat peluang yang tidak membosankannya?

Mereka mungkuin bukan orang-orang yang tertarik pada vivarium misting systems tapi cukup banyak orang yang tertarik pada ular piton atau penelitian hutan hujan, dsb.

B2B dengan produk yang tidak dipahami banyak orang tentu saja perlu usaha yang lebih keras untuk mengenalkannya pada orang banyak. Ini akan memungkinkan mereka untuk lebih inisiatif untuk bertanya di media sosial.


Katakanlah B2B menjual perbaikan pelayanan vibratory leaching systems in mines. Dan mereka bukanlah orang-orang yang mentwit mengenai vibratory leaching systems in mines. Tetapi mereka adalah orang-orang yang tertarik pada reklamasi atau perbaikan keamanan. Itulah bagian yang tidak membosankan.

Anda dapat menemukan bagian yang tidak membosankan.


2. Fitur untuk orang yang sesungguhnya

Satu dari banyaknya tujuan perusahaan B2B, terutama di industri dan sektor manufaktur, ialah kurangnya dukungan untuk mereka.

Dukungan yang tidak mereka dapatkan membuat perusahaan B2B terasa tidak nyata. Ini seperti berbicara dengan robot. Dan ini bukanlah hal yang benar.


Setiap B2B harus membuat penawaran yang intens di media sosial dan konten marketing. Seperti berikut ini:

· Menggunakan suara orang pertama ketika menulis atau update artikel

· Menggunakan brand perusahaan ketika melakukan posting di media sosial.

· Menggunakan nama sesungguhnya pada customer service.

· Memulai hubungan tidak seperti orang sesungguhnya.


3. Cari orang yang terbaik

Perusahaan B2B sering bertolak belakang dengan media sosial karena perusahaan tersebut tidak cukup tepat dalam memilih orang untuk mengatur media sosial mereka.

Inilah cara bagaimana keluar dari opini negatif.


B2B coba mencari seseorang yang memang berpengalaman dibidangnya, bukan seseorang yang ahli di media sosial.

Saya pikir ini penting bagi setiap orang yang ingin mengarahkan sebuah media sosial membutuhkan seseorang yang familiar. Tetapi B2B juga membutuhkan seseorang yang menjadi ninja di media sosial. Kenapa? Karena Media sosial B2B itu hard nut to crack. Ini tidak secara otomatis menghasilkan buzz. Jadi, ini membutuhkan pengalaman di bidang media sosial agar Sosial Media milik B2B menjadi lebih kuat.


B2B cenderung mencari orang untuk mengerjakan fungsi dari media sosial daripada membuat perubahan di media sosial

Media sosial bukan hanya tentang melakukan posting di twitter dua kali sehari atau memposting status facebook sekali sehari. Hal tersebut bila dilihat dari sisi lain media sosial.

Media sosial itu mengenai banyak hal, banyak B2B yang tidak menyadari kekompleksitasan dari media sosial. Mereka hanya melihat seseorang yang memposting status atau membuat sebuah halaman facebook. Bukan hanya sekedar itu.

Sebagai gantinya, sebuah perusahaan membutuhkan orang yang dapat menyampaikan sesuatu di media sosial, membentuk brand dan memperluas targetnya. Ini bukan hanya tentang postingan status. Ini mengenai pembuatan identitas.


B2B tidak mengetahui cara mengajak para followersnya

Banyak B2B yang berpikir banyak orang yang beragam di media sosial, Mereka butuh banyak followers di bidangnya - otomatis vivarium misting systems!

Sesungguhnya, hanya satu atau dua orang di twitter yang tertarik mengenai vivarium misting systems.

Itulah kenapa perusahaan B2B butuh seseorang yang dapat menyampaikan sesuatu dan membuat orang merasa tertarik. Mereka tidak dapat langsung tertarik dalam bidang tersebut. Mereka semua harus dibuat tertarik dengan cara yang tidak membosankan.


Perusahaan B2B pertama membahas mengenai objek lain yang berkaitan, bukan mengenai perusahaan itu sendiri

Jika sudah membuat postingan mengenai objek lain sebelumnya, maka selanjutnya kita dapat mempresentasikan mengenai produk dari perusahaan. Dan pastikan untuk “tidak membosankan” seperti yang dikatakan sebelumnya. Jika sebuah B2B dapat menyampaikan pesan dengan tidak membosankan, mereka akan lebih efektif lagi dalam menggunakan media sosial, tapi bukan berarti anda telah berhasil. Pertama-tama, perusahaan harus memperlihatkan keberadaannya. Ikuti cara ini:


Ini adalah beberapa tips untuk B2B dalam mencari orang yang tepat untuk mengurus media sosial.

· Mencari orang yang berpengalaman di Media Sosial. Perhatikan orang yang sukses di media sosial, tetapi tidak perlu di bidang yang sama dengan perusahaan.

· Carilaha Seorang konsultan media sosial untuk perusahaan, bukan hanya untuk perorangan. Perusahaan sering salah disini. Hanya karena penekanan biaya, mereka menggunakan orang-orang dengan kemampuan yang lebih rendah, seperti membuat media sosial, atau content writter, dsb.


4. Isi Media sosialmu dengan Konten Marketing

Ini tidak seperti pemasaran media sosial yang sukses tanpa adanya konten marketing. Mereka seperti dua hal yang saling berkaitan.

Baiknya, B2B juga menggunakan konten marketing menurut Content Marketing Institute.

Bagaimanapun juga, Tidak semua B2B menggunakan tipe konten marketing yang sama.

Saya yakin bahwa perusahaan B2B menjadi lebih baik dengan adanya konten marketing, dan lebih baik juga disebarkan melalui media sosial.

Artikel ini bukan tentang diskusi mengenai baik dan buruknya penggunaan konten marketing di perusahaan B2B. Singkatnya, point pentingnya ialah sangat baik menggunakan konten marketing bagi perusahaan B2B, dan bagikanlah di media sosial.


5. Gunakan Linkeldn

Perusahaan B2B sangat menyukai Linkedln, karena 97% perusahan B2B menggunakan itu.

Alasannya adalah ini: Linkedln sangat efektif untuk securing leads.


Tujuan dari B2B menggunakannya bukan hanya soal traffic. Ini adalah teknik benar untuk traffic. Lebih spesifiknya, ini dapat menaikkan traffic. Itulah kenapa Linkedln memiliki tempat terbaik bagi perusahaan B2B dalam bidang media sosial.

Linkedln baik untuk Facebook, twitter, dan pinterest . Linkedln membuat koneksi secara profesional dengan satu tujuan yang sama.

Itulah kenapa facebook, twitter, tidak terlalu profesional karena lebih menargetkan secara personal. Sedangkan Linkedln membuat sebuah jaringan yang profesional. Pada Linkedln, anda bisa melihat foto bayi, video mengenai kucing, dan juga tentang “Dave just checked in at Downtown Bar.”

Linkedln, tanpa adanya masalah seperti “status hubungan” dan “acara TV favorit” akan menjadikan perusahaan B2B lebih menarik.



Kesimpulan

Ditahun selanjutnya, Saya memprediksi bahwa akan banyak perusahaan B2B menjadi lebih baik dan sangat baik di Media Sosial. Karena saat ini, sudah banyak B2B dengan media sosial yang menarik.



Artikel ini disadur berdasarkan https://neilpatel.com/blog/social-media-for-b2b/

0 views

PT. MATA ANGIN DIGITAL

Centennial Tower Level 29, Unit D

Jl. Gatot Subroto No. 27, Karet Kuningan,

DKI Jakarta 12950

Call: (021) 29557226

Email: info@mataangin.id

Chat WA: +62819 11111 809

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • LinkedIn Social Icon