• Admin

5 KASUS LINKEDIN YANG BERHASIL TANPA PENGELUARAN

Lupakan anggaran pemasaran anda yang semakin berkurang, Anda dapat memperoleh hasil dari LinkedIn dengan gratis - seperti yang ditunjukkan oleh lima studi kasus ini.


Facebook. Twitter. Snapchat. Sementara jejaring sosial lainnya tersandung di berbagai kondisi krisis identitas, LinkedIn tahu persis apa itu: platform media sosial untuk jejaring bisnis - dan satu-satunya.


Hal ini sangat mematikan beberapa orang marketing. Lagipula, pengguna LinkedIn hanya ada di sana untuk membuat koneksi baru, dengan keterampilan profesional mereka atau mencari pekerjaan, kan?


LinkedIn dapat menjadi panggung luar biasa untuk menghasilkan prospek, merekrut talenta terbaik, dan meningkatkan brand awareness. Anda bahkan tidak perlu menghabiskan satu rupiah pun dalam biaya iklan.


Dan jika ada masih tidak percaya dengan yang kami ceritakan, maka lihatlah lima studi kasus ini.

1. Stones Corner Hotel


Jangan pernah meremehkan pikiran kreatif publik. Kembali pada tahun 2016, Julian D'Souza, manajer venue di Stones Corner Hotel, menggunakan LinkedIn untuk memamerkan foto tambahan terbaru ke menu burger dan menanyakan koneksi-nya satu pertanyaan sederhana.


Kita harus menyebutnya apa?

Pengikut D'Souza berbondong-bondong meresponnya. Dan setiap kali seseorang menyukai postingan itu, postingan tersebut juga akan muncul di timeline koneksi mereka. Dalam 23 hari satu postingan sederhana telah menghasilkan lebih dari 2.500 like dan 8.000 komentar. Tentu, hal ini mungkin tidak menghasilkan pesanan secara langsung. Tetapi dalam hal meningkatkan brand awareness, meningkatkan jangkauan dan meningkatkan loyalitas brand, postingan dari D'Souza ini telah sangat sukses.


Alasan untuk kesuksesan ini?

Pembaruan D'Souza memang tidak terlalu sesuai. Pengguna LinkedIn berharap untuk melihat konten yang terkait dengan bisnis dan kinerja dalam timeline mereka. Hal-hal yang bersifat profesional. Sebuah foto burger lezat yang menggiurkan tentu saja akan bisa menonjol.


2. American Express


LinkedIn adalah platform utama untuk melakukan postingan (berdasarkan penelitian Content Marketing Institute menemukan bahwa 91 persen marketer B2B menggunakan LinkedIn untuk melakukan postingan) Dengan tiga juta pengguna yang ada, setidaknya anda bisa berbagi konten minimal satu kali dalam seminggu dengan pesan yang melibatkan audiens target anda.


American Express mengatasi tantangan itu dengan bermitra bersama Global Business Travel Association untuk membuat laporan penelitian yang menggelitik keingintahuan para pelancong bisnis. American Express kemudian menggunakan LinkedIn untuk mempublikasikan postingan blog dan infografis yang telah dikemas semenarik mungkin dari laporan aslinya.


Meluangkan waktu untuk menghasilkan konten berkualitas akan memberikan peningkatan keterlibatan 100 persen di LinkedIn.


3. Mpi

Seperti yang anda lihat, menggabungkan LinkedIn dengan marketing konten bisa mendapatkan hasil yang layak. Dan salah satu cara terbaik untuk mendistribusikan konten di LinkedIn ialah Bergabung dengan grup.


Perusahaan perangkat lunak otomotif MPi memiliki webinar untuk dipromosikan. Untuk melakukan itu mereka membuat sejumlah postingan blog yang mempratinjau konten webinar dan mengundang pembaca untuk melakukan pra-pendaftaran. Dalam upaya untuk mendapatkan lebih banyak perhatian pada postingan blog, MPi meneliti dan bergabung dengan grup-grup di LinkedIn yang terkait dengan audiens target mereka - dan mulai berbagi tautan ke konten blog mereka, membangun percakapan yang bijaksana seputar tantangan industri dan pain pelanggan.


Dengan strategi sederhana yang menyegarkan ini, MPi meningkatkan pendaftar webinar mereka sebesar 20 persen. Bisakah sesuatu yang serupa bekerja untuk bisnis anda? LinkedIn memungkinkan anda untuk menjadi bagian dari 100 grup sekaligus. Pergi dan bergabunglah dengan percakapan dan lebih dekat dengan influencer di industri anda.


4. Schneider

Oke, halaman perusahaan anda sudah selesai. Hal itu sangat keren! Tapi bagaimana dengan profil karyawan anda yang ada di LinkedIn? Jika mereka mendekati prospek secara langsung di LinkedIn - misalnya melalui InMails - Anda perlu memastikan orang yang mengirim mereka pesan memiliki halaman profil knock-off-socks-off.


Spesialis logistik Schneider menyadari hal ini, dan mulai menyisipkan pizzazz ke profil direktur pengembangan bisnis baru mereka.


Terlalu banyak orang menggunakan profil LinkedIn mereka sebagai CV digital diri mereka. Bukankah lebih baik jika digunakan sebagai ruang untuk menunjukkan seberapa baik karyawan anda memahami pain dan kebutuhan audiens target anda? Schneider membuat profil karyawan yang berfokus pada memberikan nilai bisnis kepada prospek. Hal ini berbicara tentang tantangan bisnis yang dihadapi prospeknya, bagaimana dia bisa menyelesaikannya dan apa yang akan dilakukan untuk keuntungan mereka. Mereka mendukungnya dengan studi kasus. Dan mereka memastikan setiap area profil bekerja untuk membangun wajah bisnis untuk layanan Schneider.


Bagaimana dengan Hasilnya? Profil dirubah dari direktur pengembangan bisnis baru Schneider menghasilkan peningkatan 400% dalam konversi koneksi, dan 500% peningkatan dalam permintaan koneksi yang tidak diminta dari influencer industri utama.


5. L’Oreal


Mencari karyawan baru? Dengan 500 juta pengguna yang ada di LinkedIn bisa menghasilkan 106 juta kunjungan unik bulanan, Anda dapat yakin bahwa tidak ada kerugian menggunakan LinkedIn. Tetapi bagaimana cara menemukannya? Cukup ikuti petunjuk L'Oreal.


Seperti yang anda bayangkan, sebuah perusahaan dengan 70.000 karyawan, 27 merek global, dan beroperasi di 130 negara membutuhkan aliran sumber daya manusia yang banyak. Faktanya, L'Oreal akan merekrut sekitar 6.000 manajer baru setiap tahun. Untuk membantu menemukan kandidat pasif dan berbagi tentang manfaat karier bersama L'Oreal, raksasa kosmetik ini memanfaatkan beberapa strategi sederhana namun sangat efektif.


Hal ini dimulai dengan halaman perusahaan yang sangat halus dengan tab 'Karir' bermerek. Tab ini menampilkan pernyataan tentang bagaimana rasanya bekerja di L'Oreal, video YouTube juga ikut tersemat dan testimonial dari karyawan saat ini. Halaman karir juga secara teratur diperbarui dengan lowongan pekerjaan baru.


L'Oreal juga menghubungi jaringan mereka sendiri yang terdiri dari 15.000 manajer dan karyawan yang saat ini ada di LinkedIn untuk menemukan bakat pasif. Pendekatan ini telah menghemat dan menekan biaya rekrutmen. Seorang karyawan Paris bahkan berhasil mendapatkan 90 kandidat profil terbaik dalam waktu kurang dari lima bulan.


Seperti kata LinkedIn, karyawan terbaik merujuk kandidat terbaik ...


Tapi, Semuanya Kembali Lagi Pada Anda…


Apakah anda merekrut, mendekati prospek atau membangun brand awareness, Anda tidak perlu anggaran besar untuk berhasil memasarkannya di LinkedIn. Bahkan anda tidak membutuhkan anggaran sama sekali. Luangkan waktu untuk membuat konten berkualitas, berkontribusi pada percakapan dalam grup, untuk membuat profil karyawan dan halaman perusahaan anda lebih detail. Dengan upaya yang terfokus, maka hasilnya akan datang.





Artikel ini disadur dari https://oursocialtimes.com/linkedin-marketing-5-businesses-that-got-big-results-with-zero-spend/

0 views

PT. MATA ANGIN DIGITAL

Centennial Tower Level 29, Unit D

Jl. Gatot Subroto No. 27, Karet Kuningan,

DKI Jakarta 12950

Call: (021) 29557226

Email: info@mataangin.id

Chat WA: +62819 11111 809

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • LinkedIn Social Icon