• Admin

10 Strategi Media Sosial perusahaan B2B yang sukses di berbagai bidang

Perusahaan B2B sudah terbukti berhasil menggunakan media sosial.

Kenapa? Karena ini hanya berada di lingkungan dengan background dan minat yang sama.

Ketika saya berpikir mengenai perusahaan B2B yang mempresentasikan lewat media sosial, banyak hal yang terlintas: IBM, Google, HubSpot, dan lainnya. Perusahaan dapat melakukan pekerjaan yang luar biasa menarik dan membangun opini konsumennya – dan mereka tidak hanya terfokus pada produk-produk atau pelayanan yang dijual oleh perusahaan.


Untuk menjadi perusahaan B2B yang sukses di media sosial, konten-konten yang disajikan bukan hanya mengenai penawaran, produk, atau hal-hal yang cukup mengganggu orang tapi sajikan konten yang memberikan mereka pengalaman yang cukup menarik. Hingga pada akhirnya, perusahaan dapat melihat konsumen mana yang benar-benar berpeluang dan mendapatkan benefit melalui media sosial.


Perusahaan B2B harus mampu memperkenalkan perusahaan dengan cara yang berbeda, dan mampu mengartikan brand perusahaan dengan baik di media sosial. Jangan lupa gunakan Strategi untuk perusahaan B2B di akun media sosial.



10 Strategi untuk Media Sosial perusahaan B2B yang sukses di berbagai bidang


1. Buat tujuan SMART

Seperti marketing channel, social media strategy butuh sebuah tempat untuk mencapai tujuannya. Mendefinisikan Spesific dapat diukur berdasarkan KPI – entah itu didasarkan pada kesadaran diri atau akuisisi merek – sehingga dapat menjadi kunci untuk kedepannya.

Untuk menentukan KPI, anda harus membuat arti keberhasilan untuk brand anda. Apakah anda menggunakan media sosial untuk akuisisi merek? Anda ingin menaikkan pendapatan, atau ingin meningkatkan trafic pada blog? Inilah saatnya bagi anda.

Misalnya, jika bisnis anda mencari prospek. Dan tujuan untuk Klik itu menjadi yang utam, maka untuk kesadaran brand ada baiknya mempertimbangkan keterlibatan, jangkauan, dan tayangan.


Inilah contoh tujuan SMART yang efektif bagi perusahaan yang memulai di media sosial:


Tujuan: Membangun merek dagang di media sosial


Spesific: Saya ingin membangun merek dagang saya dengan cara melakukan postingan secara rutin dan berkala di twitter, instagram, Linkedln, dan facebook. Saya akan menaikkan jumlah postingan saya di twitter, dari yang sebelumnya sekali sehari menjadi empat kali sehari, memposting setiap hari di instagram, dan setiap minggunya melakukan posting di Linkedln dan Facebook dari empat hingga tujuh kali per minggu. Dan akan mengganti desain dari datu kali hingga dua kali per minggu.


Measureable: setiap 4% kenaikan pada engangement rate adalah tujuan kita.


Attainable: Engangement rate kita mengalami kenaikan sebanyak 2% bulan lalu ketika melakukan postingan mingguan dan menghabiskan banyak waktu untuk membuat perjanjian.


Relevant: Dengan kenaikan engangement rate, kita akan memperkenalkan merek dagang dan memberikan lebih banyak kesempatan untuk penjualan.


Time-Bound: Selesai pada bulan ini


SMART Goal: Pada akhir bulan ini, rata-rata Engangement rate kita sebesar 4% melalui posting secara rutin dan berkala di media sosial.


2. Perhatikan Mata para kompetitor

Media sosial sangat terbuka bagi para kompetitor marketing strategi dan juga strateginya. Untuk sebuah perusahaan besar, untuk tetap mengawasi para kompetitornya. Karena mereka pasti ingin melihat apa promosi yang sedang dilakukan dan melihat apakah berhasil atau tidak. Dan bila target pemasaran mereka mirip dengan kita, anda bisa mendapatkan inspirasi darinya.

Tapi tetap perhatikan media sosial para kompetitor, pastikan untuk tidak menyamakan strategi mereka. Berada di industri yang sama akan membuat banyak kesamaan baik itu target pelanggan ataupun strategi. Bila anda melihat kompetitor tidak berhasil dalam melakukan pemasarannya, hal ini bisa anda jadikan pengalaman untuk mencari hal yang baru, yang dapat menjadi sebuah peluang bagi anda.


3. Bagikan Konten Asli

Ini mungkin terdengar tidak masuk bagi sebagian orang, tetapi banyak para perusahaan hanya membagikan konten dari yang sudah ada sebelumnya. Kenyataannya, para pembaca hanya ingin melihat sesuatu yang berbeda dan melihat sesuatu yang cukup kreatif untuk dapat mewakili pesan yang ingin disampaikan.

Jika anda mengalami kesulitan untuk memposting konten asli setiap harinya, tidak apa apa melakukannya secara berkala. Jika anda tidak memiliki bandwidth untuk di posting pada setiap platform, maka luangkan wkatu anda untuk channels dimana para pembaca dapat membaca.


4. Gunakan Multimedia

Inilah alasan media sosial marketing sangat menyukai ketika social platform lauching fitur baru – hal ini karena dapat menambah sebuah media baru untuk melakukan sebuah postingan.

Instagram stories, Twitter polls, dan LinkedIn documents merupakan contoh yang sempurna dari format multimedia untuk membuat channel anda lebih unik.

Buat dan bagikan konten multimedia ke channel media sosial ditambahan dengan faktor menarik yang dapat menarik perhatian para pembaca.

Coba bayangkan – jika anda melakukan scroll pada twitter dan hanya melihat postingan berupa tulisan saja, bukankah anda akan cepat bosan. Alasan twitter sangat candu adalah karena setiap tweet itu berbeda. Pada 10 detik scroll anda bisa melihat sebuah meme, sebuah poll, sebuah video, sebuah kolase foto, dan juga sebuah gif. Itulah hal yang sama yang harus anda buat untuk channel anda.


5. Highlight karyawan anda

Banyak perusahaan B2B menggunakan karyawannya sebagai postingan mereka, agar para pembaca dapat melihat wajah dari perusahaan tersebut. Ini sangat penting bagi perusahaan besar ataupun kecil, karena tidak peduli anda ingin menjual komputer untuk bisnis anda, atau membuka sebuah restaurant yang serupa – orang-orang melihatnya menggunakan perasaan mereka.

Tambahan, menyoroti karyawan merupakan kesempatan yang bagus untuk employer branding. Employer branding meningkatkan employer advocacy dengan memberikan mereka keterampilan menyampaikan pesan dari mulut ke mulut pada banyak orang. Menunjukkan karyawan anda juga dapat memperluas pengenalan dan kesempatan mendapatkan pembaca yang berpotensi. Sebagai contoh, memposting foto produk, memposting 20 orang yang membuat produk, yang mana mereka dapat membagikannya juga pada 20 relasi mereka.


6. Buat Brand Voice yang berbeda

Kapanpun perusahaan anda membuat posting di blog, edit sebuah pillar page, atau posting di sosial media, itulah kesempatan anda untuk menyuarakan brand anda. Seperti seorang konsumen yang akan mengakui logo anda, anda juga harus berjuang sampai para konsumen mengakui keberadaan brand anda.

Seperti marketing asset lain, konten sosial media anda juga harus menampilkan perspektif perusahaan. Bukankah perusahaan anda ingin konten yang menarik dan menyenangkan? Beberapa contoh populer yang terus menyuarakan brandingnya ialah perusahaan fast-food seperti Burger King or Wendy's:

Wendy’s membuat pendekatan dengan lasting impression pada konsumen menjadi cara untuk membedakan dengan brand perusahaan lain. Tapi, anda juga dapat membuat sesuatu yang lucu dan menarik dengan melibatkan kompetitor anda. Sehingga brand anda dinilai ramah, casual, formal, snarky, humoris, dan lainnya.

Jika anda mengalami kesulitan membuat Brand voice anda, coba cari referensi dari postingan blog atau landing page terdahulu. Tambahkan note dan tone didalamnya dan coba sampaikan dengan pesan sosialnya.

Memiliki Brand voice yang unik juga memberikan anda kesempatan untuk dapat berdiri di pasar yang sudah ramai saat ini.


7. Menawarkan Dukungan

Tidak ada yang lebih frustasi dari mentwit sebuah brand mengenai komplain dari konsumen. Jika anda tidak memiliki bandwidth untuk membuat Twitter account dedicated to support, maka anda harus tetap tenang menanggapi komplain tersebut dan harus tetap berusaha untuk mejaga hubungan dengan konsumen – dan tunjukkan pada konsumen bahwa kedepannya, permasalahan tersebut tidak akan terulang.


8. Mempertahankan konsistensi

Satu bagian penting dari memposting di media sosial adalah mempertahankan konsistensi. Memposting setiap channel setiap hari membutuhkan banyak waktu, membuat konten, dan merencanakannya. Jika ada waktu luang, gunakanlah untuk membuat ide membuat konten yang menarik untuk para pembaca di akun media sosial anda.

Cara lain untuk mempertahankan konsistensi untuk membuat publishing calendar dan schedule post menggunakan tools di media sosial.


9. Bereksperimen dengan konten dan waktu posting.

Ini adalah langkah yang dapat diambil setelah anda sudah memiliki jadwal untuk melakukan postingan dan anda ingin menarik perhatian para audiens lebih jauh lagi. Ini selalu menjadi latihan terbaik untuk kapan dan apa yang akan anda posting pada media sosial, tapi kenyataannya setiap audiens itu berbeda-beda, jadi anda harus banyak bereksperimen dengan brand anda.


Tidak ada hentinya bagi anda untuk melakukan eksperimen pada channels anda. Ini ada beberapa ide untuk mengispirasi anda:

· Coba buat sebuah pertanyaan dan buat statistik untuk melihat seberapa besar polling yang membuat audiens anda tertarik.

· Dapat juga dicoba dengan membagikan beberapa link, anda dapat mengetahui seberapa banyak audiens yang tertarik

· Tambahkan juga emoji untuk melihat jika ada kenaikan interaksi

· Posting lebih sering

· Posting lebih jarang

· Tambahkan video dan gambar, dapat dilihat seberapa banyak yang menyukainya

· Buat segmen yang berbeda, dan lihat bagaimana reaksi mereka.

· Uji dengan hastag yang berbeda untuk melihat dampak pengaruhnya

· Luangkan waktu untuk membalas komentar audiens, untuk menaikkan jumlah pelanggan


Melakukan eksperimen dengan konten anda adalah cara yang terbaik dalam berlatih, dimana anda akan menemukan standar perusahaan anda.


10. Mengajak untuk melakukan percakapan

Media sosial dibuat untuk membantu orang-orang membuat hubungan dengan orang lain. Meskipun brand itu telah memasuki pasar, namun sebuah branding sulit untuk dirubah.

Sedikit informasi, bahwa tidak ada orang yang ingin berinteraksi dengan orang-orang yang social feedsnya jauh dari bidang yang disukainya.

Kunci untuk tetap relevan dalam media sosial adalah untuk mengajak audiens untuk aktif mengobrol – Sekalipun tidak ada kaitannya dengan produk anda.


Seperti contoh dari HubSpot berikut ini:



Dari twit tersebut tidak ada kaitannya sama sekali dengan hubspot, tapi itu adalah yang audiens hubspot ingin ketahui. Sebagai perusahaan, hubspot tau bahwa audiens tersebut merupakan user serta konsumen berpotensi dan memiliki ketertarikan dalam bidang tech news dan juga apa yang saat ini terjadi di dunia bisnis. Karena itu, memicu sebuah percakapan.


Perusahaan B2B bukan hanya satu yang menggunakan strategi media sosial dan mereka sudah membuktikan bahwa strategi tersebut bekerja untuk menarik perhatian audiens. Jadi, mengapa tidak menggunakan strategi ini untuk bisnis anda?



Artikel ini disadur berdasarkan artikel https://blog.hubspot.com/blog/tabid/6307/bid/32765/how-b2b-marketers-can-succeed-on-the-6-big-social-networks.aspx

0 views

PT. MATA ANGIN DIGITAL

Centennial Tower Level 29, Unit D

Jl. Gatot Subroto No. 27, Karet Kuningan,

DKI Jakarta 12950

Call: (021) 29557226

Email: info@mataangin.id

Chat WA: +62819 11111 809

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • LinkedIn Social Icon